SIWALIMA.id > Berita
Pattimura Muda Harus Berinovasi
Visi | Selasa, 19 Mei 2026 pukul 13:14 WIT

Momentum Hari Pattimura ke 209 pada Kamis, 15 Mei 2026, menjadi tonggak sejarah bagi bangsa dan daerah ini, dimana semangat perjuangan Pattimura dapat menjadi contoh dan teladan bagi kawula muda untuk bersama-sama pemerintah membangun negeri seribu pulau ini.

Nilai-nilai perjuangan Kapitan Pattimura terus hidup dan berakar di sanubari Pattimura-Pattimura muda saat ini dengan tetap memperkuat persatuan, semangat juang, serta rasa cinta terhadap daerah apalagi ditengah tantangan zaman yang semakin modern dan kompetitif.

Semangat Pattimura di era sekarang haruslah berani berinovasi, kreatif dan keluar dari zona nyaman dan dengan penuh semangat melangkah maju untuk memajukan daerah tercinta ini.

Generasi muda Maluku harus memperkuat persatuan serta membangun semangat yang melampaui sekat perbedaan suku, agama, golongan, maupun kepentingan.

Saat ini seluruh masyarakat Maluku sedang berdiri di gerbang sejarah menuju Indonesia Emas 2045, sehingga Provinsi Maluku tidak boleh menjadi penonton di negerinya sendiri.

Maluku harus tampil di garis depan sebagai kekuatan besar pembangunan di Kawasan Timur Indonesia, unggul sumber daya manusianya, kuat ekonomi kelautan dan perikanannya, maju daerahnya serta kokoh persaudaraannya.

Generasi muda Maluku adalah Pattimura muda masa kini. Kobarkan semangat juang, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bangun daya saing global

Mari kita satukan hati, rapatkan barisan bergandengan tangan, dan bergerak bersama membangun Maluku tercinta. Karena pentingnya semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus hidup dalam karakter dan tindakan generasi Maluku saat ini.

Hal ini penting, karen generasi muda Maluku harus memikul tanggungjawab besar untuk menjaga dan menerjemahkan nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah tidak boleh dilupakan, melainkan harus dijadikan sumber inspirasi untuk meraih prestasi di berbagai bidang.

Semangat perjuangan Kapitan Pattimura tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah semata, tetapi harus hidup dalam karakter dan tindakan generasi Maluku hari ini.

Jika dahulu Kapitan Pattimura mengangkat parang dan salawaku untuk melawan kolonialisme yang merampas hak dan keadilan rakyat, maka hari ini seluruh generasi muda menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda.

Dan karena itu, ganerasi muda dituntut melawan kemiskinan, kebodohan, ketimpangan, keterbelakangan pembangunan, keter­tinggalan teknologi, serta berbagai ancaman yang dapat melemahkan persatuan dan kedaulatan bangsa. Maju terus Pattimura-Pattimura muda.(*)

BERITA TERKAIT