AMBON, Siwalima.id - Mahasiswa Universitas Pattimura berhasil membawa pulang juara dari lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh INPEX Masela Ltd.
Inpex Masela Ltd adalah anak perusahaan dari INPEX Corporation, raksasa migas asal Jepang yang mengelola proyek LNG Abadi di Blok Masela, Maluku.
“Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana penguatan budaya ilmiah serta peningkatan kepedulian terhadap isu lingkungan di kalangan mahasiswa," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Unpatti, Nur Aida Kubangun saat penyerahan hadir di ruang kerjanya, Rabu (4/3).
Menurutnya, lomba tersebut bertujuan untuk memacu dan memotivasi mahasiswa agar mampu menuangkan gagasan ilmiah berbasis persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Tema yang diangkat, “Sampah Hari Ini, Bencana Masa Depan”, dinilai relevan dengan kondisi saat ini sekaligus menantang mahasiswa menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan pengelolaan sampah.
“Karya-karya yang dihasilkan mahasiswa sangat membanggakan, terutama yang mengangkat konsep daur ulang sampah berbasis sumber daya lokal menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Ini sejalan dengan semangat pengembangan potensi daerah melalui pendekatan ilmiah,” ujarnya.
Selain kompetisi, INPEX juga memberikan dukungan berupa beasiswa kepada sekitar 100 mahasiswa, termasuk mahasiswa dari Maluku Barat Daya.
Tidak hanya itu, perusahaan tersebut turut membuka peluang pengembangan akademik hingga jenjang doktor bagi dosen.
Dukungan moral dan material tersebut dinilai membantu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan universitas.
Ia berharap mahasiswa terus termotivasi mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non akademik yang positif.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian mahasiswa Unpatti yang berhasil meraih tujuh medali emas pada ajang nasional dan internasional di awal tahun ini, di luar capaian dalam lomba karya ilmiah dan kompetisi akademik lainnya.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unpatti mampu bersaing dan terus berkembang. Kami berharap semangat ini terus dijaga untuk memperkuat budaya ilmiah dan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Terenci Layan, peraih juara pertama dalam kompetisi tersebut, mengungkapkan pelaksanaan lomba dilakukan secara daring.
Ia mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti perlombaan, khususnya dalam memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sampah sebagai persoalan lingkungan yang mendesak.
Proses penyusunan karya ilmiah, jelasnya memberikan kesempatan untuk mengkaji permasalahan sampah secara sistematis dan berbasis solusi.
“Harapannya, bukan saja mahasiswa, tetapi masyarakat juga dapat mengelola sampah dengan baik agar tidak lagi mencemari lingkungan sekitar,” ujarnya.
Adapun para pemenang lomba karya ilmiah INPEX Masela Ltd yakni juara I Terenci Layan, juara II Yanti Maluku, juara III Bintang Drian Pitna, harapan I Eunike Lotkery, harapan II Opel Gerson Larmoka.(S-25)