KUALITAS pangan adalah isu fundamental yang sering kali diabaikan, padahal dampaknya sangat besar terhadap kesehatan individu dan kemajuan sebuah bangsa. Lebih dari sekadar ketersediaan, kualitas pangan mencakup berbagai aspek, mulai dari kandungan gizi, keamanan dari cemaran, hingga atribut fisik yang memengaruhi daya tarik konsumen. Memahami dan menjaga kualitas pangan adalah langkah krusial untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Kualitas pangan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan karakteristik suatu produk pangan yang memuaskan kebutuhan dan ekspektasi konsumen. Kualitas ini tidak hanya dilihat dari penampilannya, tetapi juga meliputi: Keamanan, Dimana pangan harus bebas dari kontaminasi zat berbahaya, baik fisik, kimia, maupun mikrobiologis, yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan (foodborne disease); Gizi, Kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat harus terjaga untuk mendukung pertumbuhan dan fungsi tubuh yang optimal; Sensori, Meliputi rasa, aroma, tekstur, dan warna yang menarik dan menggugah selera; Nilai ekonomi: Kualitas yang baik juga mencerminkan nilai produk, yang penting bagi produsen maupun konsumen.
Ada beberapa alasan mengapa kualitas pangan begitu penting, yakni untuk menciptakan SDM unggul dimana kualitas pangan yang baik dan bergizi adalah penentu utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Kekurangan gizi akibat buruknya kualitas pangan dapat berdampak pada stunting dan masalah kesehatan lainnya; meningkatkan kesehatan masyarakat, pangan yang aman mencegah berbagai penyakit yang ditularkan melalui makanan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa jutaan orang sakit setiap tahun akibat pangan yang tidak aman; Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Sektor pangan yang berkualitas tinggi dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Sebaliknya, kasus keracunan makanan dapat merusak reputasi, menghambat perdagangan, dan merugikan pariwisata serta memberikan Perlindungan Konsumen, standar kualitas dan keamanan pangan melindungi konsumen dari produk yang tidak layak konsumsi, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (15/10), menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas pangan agar predikat Pasar Aman dan Bersih tetap terpelihara.
Pasar rakyat yang tertata dan higienis merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta kemandirian ekonomi rakyat.
Wapres berpesan agar revitalisasi yang telah dilakukan di Pasar Langgur terus dijaga agar tetap menjadi pusat ekonomi yang higienis, tertib dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh bagi pasar rakyat lainnya di Indonesia.
Kualitas pangan juga mencakup umur simpan produk dan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah atau badan pengatur pangan nasional dan internasional.
Kualitas pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tugas bersama yang melibatkan produsen, pemerintah, dan konsumen. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pangan yang berkualitas, menerapkan standar yang ketat, dan mengoptimalkan peran lembaga pengawas, kita dapat memastikan bahwa setiap individu mendapatkan akses ke pangan yang aman, bergizi, dan layak konsumsi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat dan masa depan bangsa yang lebih baik.(*)