SIWALIMA.id > Berita
MIP Bakal Pindah Lokasi
Visi | Senin, 19 Januari 2026 pukul 13:33 WIT

MALUKU Integrated Port (MIP) atau Pelabuhan Terpadu Maluku adalah sebuah proyek pelabuhan terpadu yang bertujuan untuk menjadi pusat logistik dan distribusi barang di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku. Pelabuhan ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan fasilitas guna mendukung berbagai aktivitas ekonomi, perikanan, logistik, dan transportasi secara efisien dalam satu lokasi.

Tujuan dan Rencana Pembangunannya untuk mengurangi Ketergantungan pada Surabaya bahkan MIP diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada Pelabuhan Surabaya dalam distribusi barang ke wilayah timur Indonesia.

Selain itu bisa dijadikan sebagai Pusat Distribusi Strategis, dimana MIP akan menjadi simpul logistik terpadu yang mempercepat arus barang ke seluruh wilayah timur Indonesia termasuk peningkatan efisiensi, artinya dengan  sistem transportasi kapal RoRo (Roll-on/Roll-off), MIP diharapkan dapat mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya operasional.

Kemudian tujuannya juga untuk pengembangan wilayah, dimana lokasi MIP terletak di Waisarisa, Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, juga bertujuan untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru dan pemerataan penduduk.

Tentunya dibutuhkan dukungan pemerintah, karena proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029 dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Adapun dampak positif MIP, yakni untuk peningkatan ekonomi dimana MIP diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dengan menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja:  percepatan distribusi efisiensi distribusi barang akan mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan ketersediaan barang di pasar; Peningkatan Konektivitas, dimana MIP akan memperkuat konektivitas maritim dan memperlancar arus barang dan jasa antar pulau di Maluku.

Namun juga mempengaruhi potensi penurunan biaya, dimana perhitungan Bank Dunia menyebutkan bahwa MIP berpotensi menurunkan biaya transportasi hingga 30%, dengan tantangan dan harapan.

Pembangunan MIP membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta; Iklim Investasi, dengan menciptakan iklim investasi yang sehat dan aman bagi investor sangat penting untuk menarik minat pihak swasta.

Olehnya dibutuhkan partisipasi masyarakat, dimana keter¬libatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga stabilitas sosial juga berperan penting dalam kesuksesan proyek ini.

Secara keseluruhan, Maluku Integrated Port memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi maritim di wilayah timur Indonesia dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Maluku.

Olehnya, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmad Pambudy memastikan proyek strategis nasional Maliki Integrated Port terealisasi.

Hasil studi kelayakan yang dilakukan Bank Dunia sejak tahun 2022 lalu menunjukkan, lokasi ideal pembangunan Maluku Integrated Port berada di Pulau Ambon.

Lokasi ideal untuk pemba¬ngunan Maluku Integrated Port ini tentu berbeda dengan usulan Pemerintah Provinsi Maluku yang mengusulkan agar Maluku Integrated Port ini dibangun di Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Adanya hasil studi ini dibe¬narkan Gubernur Maluku, Hen¬drik Lewerissa saat memberikan arahan pada kegiatan Bilateral Maritime Forum (BMF) Indonesia -Belanda ke -6 yang berlang¬sung di Santika Hotel, Rabu (14/1).

Pemerintah Provinsi Maluku tentu tidak masalah jika nantinya MIP tidak dibangun di Waisarisa seperti usulan sebe¬lumnya sebab yang terpenting infrastruktur ini harus ada di Maluku apalagi dilakukan berdasarkan kajian ilmiah yang dapat diper¬tanggung jawabkan.

Sikap Pemerintah Provinsi Maluku jelas, yakni tetap mengikuti apa yang menjadi hasil studi. Artinya jika berdasarkan hasil studi tersebut Bank Dunia akan mensupport infrastruktur pelabuhan, maka pemerintah provinsi tentu mendukung penuh. (*)

BERITA TERKAIT