SIWALIMA.id > Berita
Pelni Tambah Kapal Ukuran Besar Layari Maluku
Daerah | Rabu, 3 Desember 2025 pukul 13:55 WIT

AMBON, Siwalima.id - Guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan barang jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru,  PT Pelayaran Nasional Indonesia menambah rute dan armada.

Ada empat kapal yang diplotkan melayari rute Maluku jelang Natal dan Tahun Baru yakni KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo dan KM Tidar dan KM Sinabung.

Sedangkan kapal yang sudah beroperasi di Maluku saat ini yakni KM Labobar, KM Ciremai, KM Nggapulu, KM Dorolonda, KM Leuser, KM Tatamailau, KM Pangrango dan KM Sangiang.

Sementara ada juga beberapa kapal perintis yang beroperasi di perairan Maluku yakni Sabuk Nusantara 33, 44, 71, 72, 80, 105, 106, 107 dan Sanus 34.

GM Pelni Cabang Ambon, Marthin Heriyanto dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Maluku, Selasa (2/12) menjelaskan kalau pihaknya memastikan kesiapan penuh menghadapi lonjakan penumpang pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Seluruh kapal yang melayani rute Ambon telah rampung docking, melalui ramp check, dan dinyatakan layak beroperasi oleh otoritas pelabuhan,” terangnya.

Lanjutnya, kalau kapal-kapal milik PT Pelni sudah melewati proses docking dan pemeriksaan otoritas pelabuhan.

Ramp check dan seluruh alat keselamatan juga sudah selesai. Bahkan ada tambahan sistem keselamatan otomatis di semua kapal,” ujarnya.

Selain itu katanya untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru, PT Pelni menambah armada yang masuk ke Ambon dari 9 kapal menjadi 12 kapal, termasuk kapal-kapal yang akan melayani rute padat secara bolak-balik.

“Selain armada reguler, ada tiga kapal tambahan kelas 2000an GT yakni KM Sinabung, KM Dobonsolo dan KM Gunung Dempo. Sementara tiga kapal perintis masih menunggu kepastian rute dari Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Dikatakan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menugaskan Pelni memberikan stimulus ekonomi berupa diskon 20 persen pada tarif dasar tiket.

“Diskon berlaku untuk keberangkatan 17 Desember 2025–10 Januari 2026 dan tiket bisa dipesan 21 November 2025. Stimulus ekonominya 20 persen dari harga dasar, ungkapnya.

Menurutnya harga tiket Pelni ada tiga komponen asuransi, pass penumpang dan tiket dasar.

Yang didiskon adalah tiket dasarnya, terkait kuota diskon sangat terbatas, hanya sekitar 800 ribu tiket secara nasional.

“Kalau kuota habis sebelum 10 Januari, tarif otomatis kembali normal dan disarankan pembelian tiket wajib melalui aplikasi resmi Pelni,” tegasnya.

Lebih jauh Marthin mengingatkan masyarakat agar memastikan identitas pada tiket sesuai KTP.

“Banyak kasus nama di tiket hanya nama panggilan, sementara di KTP tiga suku kata. Ini memicu masalah saat boarding,” katanya.

Lanjutnya, ia meminta penumpang tidak membawa barang berlebihan.

“Jangan satu rumah dibawa semua ke kapal, bahkan binatang peliharaan ikut. Kita harap ini dikurangi agar tidak mengganggu kenyamanan,” ujarnya.

Menyangkut keluhan fasilitas, Pelni telah melakukan perbaikan AC di sejumlah kapal.

“Semalam kami cek langsung sampai jam lima pagi. Untuk kapal besar, temperatur sudah di posisi 26 derajat. Tapi kalau penumpang penuh, suhu pasti lebih panas karena uap tubuh,” jelasnya.

Ia juga menegaskan agar penumpang tidak memaksakan naik jika tidak mendapat tiket.

“Kalau tidak dapat tiket, jangan memaksakan naik. Ini demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Sementara itu terkait tiket nonsit, katanya PT Pelni Wilayah Ambon belum dapat memastikan jumlah tiketnya, karena penetapannya dilakukan secara nasional berdasarkan uji petik Kemenhub. “Nonsit itu berdasarkan dispensasi. Kalau alat keselamatan di kapal memungkinkan, barulah kementerian memberi tambahan kuota. Itu prosesnya panjang,” jelas Marthin.

Menurutnya, alokasi nonsit tidak dihitung per kota. Dihitung secara ruas. Kalau cabang sebelumnya tidak minta banyak, bisa dialihkan ke Ambon, tapi tetap sesuai kapasitas keselamatan.(S-26)

BERITA TERKAIT