SIWALIMA.id > Berita
Penataan Kawasan Banda
Visi | Jumat, 28 November 2025 pukul 13:26 WIT

Upaya Pemerintah Provinsi Maluku untuk melakukan penataan kawasan Pulau Banda sebagai pariwisata unggulan mulai dilakukan.

Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama proyek pembangunan promedane, pedestarian dan sumur resapan kawasan kumuh Pulau Banda yang menelan anggaran Rp 9.430.000.000.

Proyek yang akan dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman melalui Balai Penyedia Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maluku ini, ditargetkan akan rampung di akhir tahun 2025 nanti.

Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik, adanya program penataan kawasan kumuh di Pulau Banda yang sangat strategis dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini pemerintah tidak hanya menghadirkan infrastruktur tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat Banda. 

Pemerintah pusat akan melakukan pembangunan infrastruktur permukiman di Pulau Banda, yang meliputi pembangunan pedestrian, promenade, dan sumur resapan yang tersebar di beberapa titik lokasi yaitu, Desa Nusantara, Desa Dwi warna dan Desa Kampung Baru.

Pembangunan pedestrian dan promenade ini, tidak hanya mempercantik wajah desa, tetapi juga mendukung aspek keselamatan pejalan kaki, meningkatkan aksesibilitas dan memperkuat citra Banda sebagai destinasi wisata unggulan berkelas dunia dengan wajah yang tertata, estetik dan ramah lingkungan. 

Sedangkan untuk sumur resapan akan dibangun 118 unit di kawasan kumuh Pulau Banda, yang tersebar di enam desa, yaitu Desa Nusantara 50 unit, Desa Dwi Warna 5 unit, Desa Kampung Baru 20 unit, Desa Merdeka 6 unit, Desa Tanah Rata 31 unit dan Desa Rajawali 6 unit.

Pembangunan sumur resapan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup, mengurangi risiko genangan air dan banjir, menjaga ketersediaan air tanah, serta mendukung konsep Banda sebagai wilayah permukiman yang hijau, sehat dan berkelanjutan

Kita berharap, dengan penataan kawasan Banda sebagai kawasan wisata unggulan 

seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, generasi muda, hingga masyarakat untuk mendukung pembangunan ini dengan menjaga keamanan, kelancaran, serta ikut merawat hasil pembangunan di daerah ini. 

apalagi banda kaya akan cagar budaya yang dijadikan destinasi parawisata, sehingga baik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menjaga dan melestarikan situs budaya peninggalan kolonial di Banda itu.

Keberadaan situs budaya itu tidak akan memiliki nilai sejarah jika tidak dirawat dan dijaga, bukan saja oleh masyarakat lokasi tetapi juga para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Banda.

Masyarakat dan wisatawan harus mencintai dan rasa memiliki semua situs budaya sebagai pengingat bahwa pada zaman dahulu Banda dan Maluku secara umum memiliki daya tarik luar biasa bagi para negara kolonial.

Kita berikan apresiasi bagi Pemprov Maluku maupun Pempus yang akan menata Banda menjadi kawasan wisatawa unggulan, sehingga masyarakat juga diharapkan bisa menjaga dan melestarikannya secara baik. (*)

BERITA TERKAIT