AMBON, Siwalima.id - Ketua Panitia Seleksi Sekot Ambon Sadli Ie mengaku, seleksi calon Sekot Ambon tahun 2026 ini diikuti oleh empat calon.
Keempat calon yaitu, Robby Sapulette, Apries Gaspersz, Steven Dominggus dan Richard Luhukay.
Para pejabat yang mengikuti seleksi ini akan dinilai lewat presentasi makalah dan wawancara oleh tim seleksi, untuk nantinya menentukan tiga nama terbaik.
Proses seleksi ini berjalan objektif dan ketat, dimana setiap peserta telah diuji melalui pemaparan makalah yang kemudian didalami lagi lewat sesi wawancara.
“Sekarang tim sedang bekerja menilai empat kandidat. Mereka sudah menyampaikan presentasi makalah, lalu diuji kembali melalui wawancara. Semua hasil akan kami kumulatifkan untuk menetapkan tiga besar,” beber Sadli kepada Siwalima di Ambon, Senin (27/4).
Menurut Sadli, jabatan sekot bukan posisi seremonial, melainkan motor utama birokrasi daerah yang harus mampu menggerakkan roda pemerintahan secara efektif.
Selain itu, tugas sekot juga telah diatur dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah, yakni membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, mengkoordinasikan organisasi perangkat daerah hingga memastikan pelayanan publik berjalan maksimal.
Namun lebih dari itu, Sekot Ambon juga harus punya kekuatan manajerial dan visi besar. Yang paling penting adalah, bagaimana peran strategis sekot dimainkan untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang tertuang dalam visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Ambon.
“Kita berharap, figur yang terpilih nanti bukan sekadar pejabat administratif, tetapi sosok pemimpin birokrasi yang tegas, cerdas, mampu menata organisasi, dan sanggup menerjemahkan janji politik kepala daerah menjadi kerja nyata bagi masyarakat Kota Ambon.
Seleksi Dimulai
Pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Kota Ambon tahun 2026 secara resmi dimulai, Senin (27/4).
Sekretaris Panitia Seleksi, Selly Kalahatu dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Ambon dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, kapabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme.
Menurutnya, kegiatan tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, diantaranya UU Nomor 20 tahun 2023 tentang ASN, PP Nomor 17 tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, serta Permenpan-RB Nomor 15 tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah.
“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi dari 17 program prioritas Pemkot Ambon, khususnya program ke-12 yakni, penataan birokrasi yang kapabel, handal dan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ucap Kalahatu.
Seleksi terbuka ini kata Kalahatu, dilaksanakan oleh BKPSDM Kota Ambon dengan tujuan mempercepat reformasi birokrasi melalui metode assessment yang objektif dan transparan, sehingga pengembangan karier ASN dapat berjalan secara adil.
Seleksi ini ditujukan kepada seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama yang memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Dari proses pendaftaran yang dibuka, tercatat sebanyak empat peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti seluruh tahapan seleksi.
“Seleksi ini akan berlangsung selama dua hari, mulai 27-28 April 2026 dan diikuti 4 bakal calon yakni, Robby Sapulette, Apries Gaspersz, Steven Dominggus dan Richard Luhukay,” papar Kalahatu.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, seleksi terbuka harus berjalan secara transparan, objektif dan profesional guna menghasilkan figur terbaik yang mampu mendukung jalannya pemerintahan.
Jabatan sekot memiliki posisi sangat strategis, karena menjadi motor penggerak birokrasi, sekaligus perpanjangan tangan kepala daerah dalam memastikan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik berjalan optimal.
Ia berharap, proses seleksi tersebut mampu menghasilkan sosok sekot yang profesional, loyal, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu membantu pemerintah kota menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Sebagai bentuk keterbukaan, seluruh tahapan penyampaian makalah peserta akan disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Pemkot Ambon agar masyarakat dapat mengikuti proses seleksi secara transparan.
Untuk diketahui, dalam pelaksanaannya, panitia seleksi berjumlah tujuh orang yang terdiri dari unsur internal pemerintah, akademisi dan tenaga profesional. Tim tersebut diketuai oleh Sekda Maluku Sadli Ie, dengan enam anggota lainnya dari kalangan akademisi dan profesional.
Selain itu, proses assessment kompetensi peserta juga melibatkan tim asesor independen yang bertugas melaksanakan penilaian secara mandiri dan profesional.(Mg-1)