ANGGOTA DPRD Provinsi Maluku, daerah pemilihan Kota Ambon, Ary Sahertian menyoroti pentingnya penataan lingkungan yang lebih terukur pasca banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kota Ambon.
Menurut Sahertian, bencana tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca ekstrem, tetapi juga mencerminkan lemahnya sistem penataan lingkungan dan mitigasi bencana.
“Memang benar curah hujan yang terjadi cukup tinggi, namun dampak yang ditimbulkan menjadi luas dan parah karena sistem saluran air yang belum berfungsi secara optimal,” ujar Sahertian kepada Siwalima, Kamis (7/5), di Baileo Rakyat Karpan Ambon.
Ia menilai kondisi itu diperparah oleh penataan ruang wilayah dan pengelolaan lingkungan yang belum berjalan dengan baik.
Sahertian meminta Pemerintah Kota Ambon segera mengambil langkah nyata dan terukur agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, terutama di wilayah yang sering tergenang dan kawasan padat penduduk.
“Kegiatan pembersihan dan pendalaman saluran air, serta pengangkatan endapan lumpur harus dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penataan dan pengamanan wilayah rawan longsor dengan memperketat pengawasan pembangunan di kawasan lereng dan perbukitan.
“Jangan sampai pembangunan hanya mengutamakan kepentingan ekonomi semata, namun mengabaikan aspek keselamatan lingkungan. Hal inilah yang sering menjadi pemicu utama terjadinya tanah longsor saat hujan deras,” tegasnya.
Sahertian juga mendorong penguatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang melibatkan masyarakat melalui edukasi dan penyuluhan terkait potensi bencana.
Menurutnya, setiap rencana pembangunan ke depan harus didasarkan pada data akurat dan kajian risiko yang jelas.
“Kita tidak boleh lagi hanya bersikap reaktif atau baru bertindak setelah bencana terjadi, namun harus mulai menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak awal,” ujarnya.
Ia pun meminta Pemkot Ambon memastikan penanganan terhadap warga terdampak berjalan cepat dan tepat sasaran, mulai dari bantuan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, hingga perbaikan sarana umum yang rusak.
“Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi bersama agar Kota Ambon memiliki sistem pengelolaan lingkungan dan penanggulangan bencana yang lebih kuat, terstruktur, dan berkelanjutan,” tandas Sahertian.(S-26)