SIWALIMA.id > Berita
Target Semester 1 Jebol, Pejabat Bank Maluku-Malut Sibuk Hamburkan Uang
Online | Selasa, 1 Juli 2025 pukul 00:09 WIT

AMBON, Siwalimanews - Kinerja para pejabat di Bank Maluku-Malut, patut dipertanyakan komitmennya untuk membangun dan membesarkan bank milik pemerintah daerah tersebut.

Bagaimana tidak, di tengah upaya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sebagai pemegang saham pengendali meningkatkan pendapatan bank, para pejabat mulai dari direktur utama hingga kepala divisi, sibuk menghabiskan uang bank.

Fatalnya lagi, kebijakan para petinggi Bank Maluku-Malut yang menghamburkan uang ini, dilakukan di tengah target semester 1 tahun 2025 yang tidak tercapai.

Sumber Siwalimanews di Kantor Pusat Bank Maluku-Malut mengungkapkan, keprihatinannya terhadap kinerja para petinggi bank tersebut.

Pasalnya, salah satu kebijakan yang dinilai menghamburkan uang, yakni kegiatan Refreshment Sertifikasi BSMR yang akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (1/7).

Refreshment sertifikasi BSMR ini merupakan program pemeliharaan kompetensi bagi pemegang sertifikat manajemen risiko yang diterbitkan oleh BSMR.

“Kenapa disebut menghamburkan uang, banyangkan refreshment seritifikasi BSMR itu harus buat di Semarang, padahal kegiatan ini bisa dibuat lewat zoom meeting. Ini kan buang-buang uang bank, padahal target semester 1 harus 120 miliar, tapi tidak tercapai,” kesal sumber yang meminta namanya tak dipublikasikan kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Senin (30/6).

Sumber ini juga merincikan, kegiatan refreshment seritifikasi BSMR akan melibatkan 10 kepala divisi yang akan mengikutinya selama 4 hari, sehingga ratusan juta rupiah akan digelontorkan hanya untuk kegiatan dimaksud.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kepala Divisi SDM Ridha Hasanusy tersebut, diduga dilakukan guna meraup keuntungan sebesar-besarnya, sebelum pensiun pada bulan Oktober nanti.

“Bayangkan 10 kadiv selama 2 hari + pulang pergi berarti 4 hari dan SPPD untuk masing-masing kadiv 10-15 juta, maka ada 100 juta lebih belum biaya daftar refreshment yang harus dikeluarkan,” kecam sumber itu.

Ditanya terkait arahan Direktur Utama Syahrisal Imbar, sumber ini menegaskan, kegiatan ini dibiarkan saja oleh Dirut yang juga sibuk lakukan perjalanan dinas 1 minggu penuh di Jakarta.

Tindakan para pejabat Bank Maluku-Malut tersebut sangat miris, sebab sudah diinstruksikan dari Gubernur Maluku sebagai pemegang saham pengendali untuk efesiensi anggaran perjalanan dinas di Bank Maluku-Malut namun tak diindahkan.

“Kasihan kantor cabang dan cabang pembantu digenjot untuk penuhi laba semester 1, padahal bos sibuk perjalanan dinas habiskan uang bank, sungguh tragis kondisi di Bank Maluku-Malut,” bebernya.

Direktur Utama Bank Maluku-Malut Syahrisal Imbar yang dikonfirmasi Siwalimanews melalui telepon selulernya, Senin (30/6) terkait dengan persoalan ini, tidak merespon panggilan masuk.(S-20)

BERITA TERKAIT