SIWALIMA.id > Berita
Tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis Resmi Dibuka di Unpatti
Online | Selasa, 10 Februari 2026 pukul 16:34 WIT

AMBON, Siwalima.id - Universitas Pattimura resmi membuka tiga program pendidikan dokter spesialis yakni, PPDS Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Penyakit Dalam, dan Ilmu Bedah. 

Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy saat peluncuran di Fakultas Kedokteran, Selasa (10/2) mengatakan, gagasan pendirian Fakultas Kedokteran Unpatti ini dimulai sejak tahun 2003 oleh para tokoh daerah dan akademisi.

“Fakultas Kedokteran Unpatti didirikan pada tahun 2008. Ini adalah hasil perjuangan panjang, termasuk dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak,” ucap rektor.

Ia juga menyinggung perkembangan Fakultas Kedokteran Unpatti yang terus mengalami kemajuan, termasuk dibukanya Prodi Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi yang telah memperoleh akreditasi dan mulai beroperasi pada tahun sebelumnya.

Pembukaan tiga PPDS pada 2026 ini, menjadi momen penting dan membanggakan bagi Unpatti serta masyarakat Maluku. Namun demikian, penyelenggaraan pendidikan kedokteran, khususnya pendidikan dokter spesialis, membutuhkan dukungan besar dari pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi.

“Membangun institusi pendidikan kedokteran bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan dukungan pendanaan yang berkelanjutan, baik untuk pengembangan sumber daya manusia maupun penyediaan sarana dan prasarana pendidikan serta layanan kesehatan,” ucap rektor.

Rektor berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus terhadap pembiayaan pendidikan dokter spesialis, terutama bagi tenaga kesehatan daerah yang mengikuti pendidikan spesialis, serta peningkatan fasilitas layanan kesehatan pendukung.

Selain itu, Unpatti juga berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Universitas Hasanuddin (Unhas) yang selama ini menjadi mitra pendamping dalam pengembangan PPDS di Unpatti.

“Kami berterima kasih kepada Universitas Hasanuddin yang terus mendampingi kami. Pimpinan universitas siap memfasilitasi kebutuhan peningkatan sumber daya manusia, termasuk pengembangan tenaga pendidik pada program pendidikan dokter spesialis,” ujar Rektor.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dr Farah Christina Noya mengaku, pembukaan tiga PPDS tersebut, merupakan jawaban atas kelangkaan dokter spesialis di wilayah kepulauan Maluku.

Langkah ini, merupakan hasil perjuangan kolektif berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga mitra akademik.

“Peluncuran PPDS ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi manifestasi nyata komitmen Unpatti untuk memperluas akses pelayanan kesehatan spesialis bagi masyarakat Maluku,” ujar Dekan.

Menurutnya, akselerasi pembukaan PPDS di Unpatti berpijak pada dua kebijakan strategis nasional yakni, pertama, kebijakan prioritas Presiden RI terkait percepatan pemenuhan SDM Kesehatan demi keadilan akses layanan kesehatan. Kedua, Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis yang diluncurkan pada 22 Juli 2025, yang memberikan ruang percepatan bagi perguruan tinggi di wilayah strategis.

Proses persiapan pembukaan PPDS dilakukan secara bertahap dan ketat, dimana pada 16 Oktober 2025, Fakultas Kedokteran Unpatti bersama fakultas pembina, yakni Fakultas Kedokteran Unhas, menyelenggarakan workshop kurikulum PPDS berbasis karakteristik medis wilayah kepulauan.

“Pada 13 Januari 2026, tim penilai pusat telah melakukan evaluasi lapangan untuk memverifikasi kesiapan SDM serta sarana dan prasarana. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, hari ini ketiga PPDS tersebut resmi diluncurkan,” ujar Noya.

Penyelenggaraan pendidikan spesialis di Unpatti menurutnya, didukung kolaborasi erat dengan Fakultas Kedokteran Unhas serta tenaga ahli sub spesialis. Saat ini, Unpatti telah memiliki sejumlah dokter subspesialis, diantaranya spesialis bedah digestif, bedah vaskuler, bedah onkologi, serta subspesialis obstetri ginekologi dan penyakit dalam.

Dalam kebijakan penerimaan peserta didik, prioritas diberikan kepada ASN dari daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di Maluku. Kuota utama diperuntukkan bagi putra-putri daerah dengan skema ikatan dinas dan pengabdian.

“Setiap calon residen wajib menandatangani pakta integritas untuk kembali mengabdi di daerah asal. Sebaliknya, pemda diharapkan memberikan dukungan beasiswa penuh selama pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Unpatti juga akan menempatkan residen senior di rumah sakit kabupaten/kota untuk memperkuat layanan medis sekaligus mempersiapkan mereka sebelum lulus sebagai dokter spesialis.

Untuk keberlanjutan program, ia berharap dukungan lebih lanjut dari Pemda Maluku, antara lain percepatan perizinan praktik bagi dosen spesialis di RSUD dr. M. Haulussy, pemberian insentif, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang layanan subspesialis.

Pembukaan PPDS ini kata Noya, merupakan janji moral Unpatti untuk memutus keterbatasan akses layanan kesehatan spesialis di Maluku.

“Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan universitas pembina, kami optimistis Unpatti mampu mencetak dokter spesialis unggul yang mengabdi bagi kemanusiaan dan masyarakat Maluku,” tandas Noya.(S-25)

BERITA TERKAIT