AMBON, Siwalima.id - Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Penggunaan sistem pembayaran digital merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi di daerah. Selain itu juga untuk mendukung program smart city.
“Kami harap Ambon yang selama ini digadang-gadang menuju kota smart city dapat semakin maju melalui digitalisasi,” ujar Toisuta kepada wartawan di Balai Kota, Senin (9/3).
Menurut Toisutta, penggunaan sistem pembayaran digital merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi di daerah.
Untuk pemerintah berharap seluruh pelaku UMKM di Ambon dapat memanfaatkan sistem pembayaran tersebut dalam aktivitas usaha mereka. “Kami harap semua pelaku UMKM di kota ini dapat menggunakan sistem pembayaran digital. Langkah ini memang dilakukan secara bertahap, tapi pasti kita akan menuju ke sana,” pintanya.
Ia menjelaskan, penggunaan pembayaran digital sebenarnya sudah mulai diterapkan di berbagai kegiatan, termasuk pada sejumlah event atau pameran UMKM yang digelar di berbagai lokasi di Kota Ambon.
Salah satunya terlihat pada kegiatan pameran dan event yang sering dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon, di mana banyak pelaku UMKM sudah menggunakan sistem pembayaran digital.
Pemerintah lanjutnya, bersama tim pemanfaatan dan pengelolaan ruang terbuka publik juga mendorong para pelaku UMKM segera menggunakan QRIS, khususnya bagi mereka yang belum memilikinya.
Sistem pembayaran digital tersebut akan difokuskan pada pelaku UMKM yang berusaha di beberapa lokasi ruang terbuka publik, seperti RTP Wainitu, RTP Air Salobar dan RTP Amahusu. “QRIS sebagai sistem pembayaran digital memudahkan transaksi dan mendukung perkembangan usaha mereka,” terangnya.
Dorong UMKM Go Digital
Dalam sosialisasi sistem pembayaran digital yang digelar Pemerintah Kota Ambon bersama Bank Indonesia, walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku pelaku UMKM tulang punggung perekonomian nasional.
Selain itu hadirnya UMKM mampu mengurangi pengangguran, memberdayakan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi produk lokal.
Untuk mewujudkan peran UMKM dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, para pelaku usaha perlu terus didorong agar tetap berdaya saing melalui inovasi serta pemanfaatan teknologi digital.
Saat ini Indonesia tengah mengalami transformasi digital yang pesat dalam sistem pembayaran melalui QRIS yang diinisiasi oleh BI. “QRIS telah mengubah metode transaksi dari tunai menjadi non tunai yang lebih efisien, cepat, mudah, murah dan aman,” kata walikota dalam sambutan yang dibacakan Wawali Ambon Ely Toisuta di Balai Kota, Senin (9/3).
Dikatakan, selain memudahkan transaksi, penggunaan QRIS juga membantu pelaku usaha mencatat setiap transaksi secara digital sehingga memudahkan pemantauan arus kas.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku, Dicky Afriyanto menjelaskan digitalisasi merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Penerapan digitalisasi sistem pembayaran akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kinerja pemerintah daerah sekaligus mendorong efisiensi pengelolaan anggaran serta aktivitas ekonomi. “Lebih dari 90 persen struktur ekonomi Indonesia didorong oleh UMKM. Selain itu, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar,” ujar Afriyanto.
Karena itu, ia berharap adanya sinergi yang kuat antara BI, Pemkot Ambon, perbankan, serta para pelaku UMKM untuk bersama-sama mendorong digitalisasi ekonomi di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Branch Manager PT BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Ambon, pimpinan OPD lingkup, para pelaku UMKM. (Mg-1)