SIWALIMA.id > Berita
Wakil Walikota Ajak UMKM Manfaatkan QRIS
Ekonomi | Selasa, 10 Maret 2026 pukul 11:51 WIT

AMBON, Siwalima.id - Wakil Walikota Ambon Ely Toi­sutta mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UM­KM) memanfaatkan sistem pemba­yaran digital melalui QRIS.

Penggunaan sistem pembayaran digital merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi di daerah. Selain itu juga untuk mendukung program smart city.

“Kami harap Ambon yang selama ini digadang-gadang menuju kota smart city dapat semakin maju melalui digitalisasi,” ujar Toisuta kepada wartawan di Balai Kota, Senin (9/3).

Menurut Toisutta, penggunaan sistem pembayaran digital meru­pakan bagian penting dari trans­formasi ekonomi di daerah.

Untuk pemerintah berharap seluruh pelaku UMKM di Ambon dapat memanfaatkan sistem pemba­yaran tersebut dalam aktivitas usaha mereka. “Kami harap semua pelaku UMKM di kota ini dapat menggu­nakan sistem pembayaran digital. Langkah ini memang dilakukan secara bertahap, tapi pasti kita akan menuju ke sana,” pintanya.

Ia menjelaskan, penggunaan pem­bayaran digital sebenarnya sudah mu­lai diterapkan di berbagai kegia­tan, termasuk pada sejumlah event atau pameran UMKM yang digelar di berbagai lokasi di Kota Ambon.

Salah satunya terlihat pada ke­giatan pameran dan event yang sering dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon, di mana banyak pelaku UMKM sudah menggunakan sistem pembayaran digital.

Pemerintah lanjutnya, bersama tim pemanfaatan dan pengelolaan ruang terbuka publik juga mendorong para pelaku UMKM segera mengguna­kan QRIS, khususnya bagi mereka yang belum memilikinya.

Sistem pembayaran digital terse­but akan difokuskan pada pelaku UMKM yang berusaha di beberapa lokasi ruang terbuka publik, seperti RTP Wainitu, RTP Air Salobar dan RTP Amahusu. “QRIS sebagai sistem pembayaran digital memudahkan transaksi dan mendukung perkem­bangan usaha mereka,” terangnya.

Dorong UMKM Go Digital

Dalam sosialisasi sistem pemba­yaran digital yang digelar Pemerin­tah Kota Ambon bersama Bank Indonesia, walikota Ambon, Bodewin Watti­mena mengaku pelaku UMKM tulang punggung perekonomian nasional.

Selain itu hadirnya UMKM mampu mengurangi pengangguran, mem­berdayakan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masya­rakat melalui inovasi produk lokal.

Untuk mewujudkan peran UM­KM dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, para pela­ku usaha perlu terus didorong agar tetap berdaya saing melalui inovasi serta pemanfaatan teknologi digital.

Saat ini Indonesia tengah meng­alami transformasi digital yang pesat dalam sistem pembayaran melalui QRIS yang diinisiasi oleh BI. “QRIS telah mengubah metode transaksi dari tunai menjadi non tunai yang lebih efisien, cepat, mudah, murah dan aman,” kata walikota dalam sambutan yang  dibacakan Wawali Am­bon Ely Toisuta di Balai Kota, Senin (9/3).

Dikatakan, selain memudahkan tran­saksi, penggunaan QRIS juga mem­bantu pelaku usaha mencatat setiap transaksi secara digital sehing­ga memudahkan pemantauan arus kas.

Sementara itu, Deputi Kepala Per­wakilan BI Maluku, Dicky Afri­yanto menjelaskan digitalisasi meru­pakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Penerapan digitalisasi sistem pem­bayaran akan meningkatkan trans­pa­ransi dan akuntabilitas da­lam pelak­sa­naan kinerja peme­rintah daerah se­kaligus mendorong efisiensi penge­lo­­laan anggaran serta aktivitas eko­nomi. “Lebih dari 90 persen struktur ekonomi Indonesia didorong oleh UMKM. Selain itu, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar,” ujar Afriyanto.

Karena itu, ia berharap adanya sinergi yang kuat antara BI, Pemkot Ambon, perbankan, serta para pelaku UMKM untuk bersama-sama mendo­rong digitalisasi ekonomi di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan terse­but Branch Manager PT BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Ambon, pimpinan OPD lingkup, para pelaku UMKM. (Mg-1)

BERITA TERKAIT