SIWALIMA.id > Berita
Wapres Minta PLN Layani Listrik 24 Jam
Daerah , Headline | Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 23:42 WIT

AMBON, Siwalimanews – Wakil Presiden Gibran Rakabu­ming Raka meminta PLN terus tingkatkan layanan listrik dari 6 jam menjadi 24 jam, dan pelayanan harus sampai ke pelosok desa yang belum menikmati listrik se­cara maksimal.

Permintaan ini disampaikan Wap­res saat mengunjungi Pem­bangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Ambon Peacker I, berlokasi di Desa Waai, Keca­matan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (14/10).

Wapres tiba di PLTMG pukul 15.48 WIT dan langsung menyi­mak pemaparan GM PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko terkait kondisi kelistrikan di Maluku.

Wapres yang diterima Gubernur Hendrik Lewerissa mendengar secara serius kondisi kelistrikan di Maluku dimana masih terdapat banyak desa yang belum menik­mati layanan listrik 24 jam.

Mendengar penjelasan pihak PLN, Wapres lantas menanyakan kemampuan listrik yang dihasil­kan baik dari PLTD, PLTMG Peac­ker I dan diketahui masih ada cada­ngan listrik di Maluku dan Maluku utara sebesar 153.89 MW.

Mendengar jawaban pihak PLN, Wapres pun meminta PLN agar memastikan layanan listrik yang selama ini 6 dan 12 jam menjadi 24 jam agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan baik.

“Saya minta daerah yang masih 6 jam dan 12 jam itu ditingkatkan menjadi 24 jam,” ucap Wapres.

Wapres bilang, semua masya­rakat di Maluku harus merasakan layanan listrik tanpa padam, maka menjadi tugas PLN agar memas­tikan masyarakat menikmati listrik dengan baik.

Apabila lanjut Wapres, ada program listrik desa yang bertujuan untuk menyediakan akses listrik ke seluruh desa di Indonesia, khu­susnya di wilayah tertinggal, terde­pan, terluar (3T) yang ditargetkan untuk periode 2025-2029.

“Untuk program listrik desa saya juga minta diperhatikan agar program ini dapat berjalan sesuai rencana,” tegas wapres.

Merespon perintah Wapres, GM PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Malu­ku Utara, Noer Soeratmoko memas­tikan akan menindaklanjuti namun akan dilakukan secara bertahap.

Pasalnya, PLN harus memper­baiki mesin-mesin pada unit-unit pembangkit yang sudah termakan usia, sehingga dapat melayani mas­yarakat yang sebelumnya 6 jam dan 12 ditingkatkan secara bertahap.

“Memang banyak desa yang belum menikmati listrik 24 jam. Jadi kita akan tingkatkan secara bertahap. Sedangkan bagi yang di pe­gunungan dan daerah 3T me­mang kita terkendala infrastruktur, tadi kita sudah sampai ke pak Wa­pres agar dapat dibantu perbaikan infrastruktur,” kata Noer.

Usai meninjau PLTMG, Wapres langsung bertolak menuju Natsepa untuk bertemu dengan para pelaku UMKM.

1.554 Personel Amankan

Sebanyak 1.554 personel gabu­ngan Polda Maluku dikerahkan untuk melaksanakan pengama­nan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Raka­buming Raka, di Provinsi Maluku.

Kunjungan kerja tersebut men­cakup Kota Ambon, Maluku Tengah, Buru, Kota Tual, dan Kabupaten Ma­luku Tenggara (Malra), dengan pengamanan terpadu di seluruh titik kegiatan.

Kepolisian Daerah Maluku me­mas­tikan seluruh rangkaian kun­jungan Wakil Presiden berjalan aman, tertib, dan lancar, mulai dari kedatangan di Bandara Interna­sional Pattimura Ambon hingga kunjungan ke sejumlah lokasi di Buru, Tual, dan Malra.

Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto dalam rilisnya, Selasa (14/10) mengatakan, pengamanan dilakukan secara terpadu dan berlapis, melibatkan personel dari seluruh satuan fungsi dan jajaran kewilayahan.

“Kami telah menyiapkan 1.554 personel yang terdiri dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Sab­hara, Lalu Lintas, Intelkam, dan Res­krim serta dukungan personel dari Polres jajaran. Seluruhnya ber­sinergi dengan TNI dan peme­rintah daerah untuk menjamin ke­amanan selama kegiatan Wapres di Maluku,” ujar Kapolda.

Pengamanan di setiap wilayah difokuskan pada lokasi kunjungan, jalur lintasan, tempat transit, hi­ngga area publik yang menjadi titik konsentrasi masyarakat.

Selain itu, Tim Jibom Gegana Sat­brimob Polda Maluku juga melakukan sterilisasi terhadap seluruh area yang akan dikunjungi Wapres guna mengantisipasi potensi ancaman bahan peledak dan gangguan keamanan lainnya.

“Sterilisasi menjadi tahapan wajib dalam SOP pengamanan VVIP. Kami memastikan semua lo­kasi dalam kondisi aman sebelum kegiatan dimulai,” .

Selain aspek keamanan fisik, me­nyiapkan langkah-langkah pe­ngamanan lalu lintas dan pela­ya­nan kepada masyarakat agar akti­vitas publik tetap berjalan normal selama kunjungan berlangsung.

Kapolda menegaskan bahwa pe­ngamanan kunjungan Wakil Presiden merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab institusi kepolisian untuk menjaga stabi­litas keamanan di daerah. “Ini momentum penting bagi Malu­ku. Kami ingin memastikan keha­di­ran Wapres membawa kesan posi­tif dan menunjukkan bahwa Maluku adalah wilayah yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda. (S-20/S-25)

BERITA TERKAIT