AMBON, Siwalimanews –Â Wakil Presiden Gibran RakabuÂming Raka meminta PLN terus tingkatkan layanan listrik dari 6 jam menjadi 24 jam, dan pelayanan harus sampai ke pelosok desa yang belum menikmati listrik seÂcara maksimal.
Permintaan ini disampaikan WapÂres saat mengunjungi PemÂbangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Ambon Peacker I, berlokasi di Desa Waai, KecaÂmatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (14/10).
Wapres tiba di PLTMG pukul 15.48 WIT dan langsung menyiÂmak pemaparan GM PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko terkait kondisi kelistrikan di Maluku.
Wapres yang diterima Gubernur Hendrik Lewerissa mendengar secara serius kondisi kelistrikan di Maluku dimana masih terdapat banyak desa yang belum menikÂmati layanan listrik 24 jam.
Mendengar penjelasan pihak PLN, Wapres lantas menanyakan kemampuan listrik yang dihasilÂkan baik dari PLTD, PLTMG PeacÂker I dan diketahui masih ada cadaÂngan listrik di Maluku dan Maluku utara sebesar 153.89 MW.
Mendengar jawaban pihak PLN, Wapres pun meminta PLN agar memastikan layanan listrik yang selama ini 6 dan 12 jam menjadi 24 jam agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan baik.
âSaya minta daerah yang masih 6 jam dan 12 jam itu ditingkatkan menjadi 24 jam,â ucap Wapres.
Wapres bilang, semua masyaÂrakat di Maluku harus merasakan layanan listrik tanpa padam, maka menjadi tugas PLN agar memasÂtikan masyarakat menikmati listrik dengan baik.
Apabila lanjut Wapres, ada program listrik desa yang bertujuan untuk menyediakan akses listrik ke seluruh desa di Indonesia, khuÂsusnya di wilayah tertinggal, terdeÂpan, terluar (3T) yang ditargetkan untuk periode 2025-2029.
âUntuk program listrik desa saya juga minta diperhatikan agar program ini dapat berjalan sesuai rencana,â tegas wapres.
Merespon perintah Wapres, GM PT PLN (Persero) UIW Maluku dan MaluÂku Utara, Noer Soeratmoko memasÂtikan akan menindaklanjuti namun akan dilakukan secara bertahap.
Pasalnya, PLN harus memperÂbaiki mesin-mesin pada unit-unit pembangkit yang sudah termakan usia, sehingga dapat melayani masÂyarakat yang sebelumnya 6 jam dan 12 ditingkatkan secara bertahap.
âMemang banyak desa yang belum menikmati listrik 24 jam. Jadi kita akan tingkatkan secara bertahap. Sedangkan bagi yang di peÂgunungan dan daerah 3T meÂmang kita terkendala infrastruktur, tadi kita sudah sampai ke pak WaÂpres agar dapat dibantu perbaikan infrastruktur,â kata Noer.
Usai meninjau PLTMG, Wapres langsung bertolak menuju Natsepa untuk bertemu dengan para pelaku UMKM.
1.554 Personel Amankan
Sebanyak 1.554 personel gabuÂngan Polda Maluku dikerahkan untuk melaksanakan pengamaÂnan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran RakaÂbuming Raka, di Provinsi Maluku.
Kunjungan kerja tersebut menÂcakup Kota Ambon, Maluku Tengah, Buru, Kota Tual, dan Kabupaten MaÂluku Tenggara (Malra), dengan pengamanan terpadu di seluruh titik kegiatan.
Kepolisian Daerah Maluku meÂmasÂtikan seluruh rangkaian kunÂjungan Wakil Presiden berjalan aman, tertib, dan lancar, mulai dari kedatangan di Bandara InternaÂsional Pattimura Ambon hingga kunjungan ke sejumlah lokasi di Buru, Tual, dan Malra.
Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto dalam rilisnya, Selasa (14/10) mengatakan, pengamanan dilakukan secara terpadu dan berlapis, melibatkan personel dari seluruh satuan fungsi dan jajaran kewilayahan.
âKami telah menyiapkan 1.554 personel yang terdiri dari berbagai satuan, termasuk Brimob, SabÂhara, Lalu Lintas, Intelkam, dan ResÂkrim serta dukungan personel dari Polres jajaran. Seluruhnya berÂsinergi dengan TNI dan pemeÂrintah daerah untuk menjamin keÂamanan selama kegiatan Wapres di Maluku,â ujar Kapolda.
Pengamanan di setiap wilayah difokuskan pada lokasi kunjungan, jalur lintasan, tempat transit, hiÂngga area publik yang menjadi titik konsentrasi masyarakat.
Selain itu, Tim Jibom Gegana SatÂbrimob Polda Maluku juga melakukan sterilisasi terhadap seluruh area yang akan dikunjungi Wapres guna mengantisipasi potensi ancaman bahan peledak dan gangguan keamanan lainnya.
âSterilisasi menjadi tahapan wajib dalam SOP pengamanan VVIP. Kami memastikan semua loÂkasi dalam kondisi aman sebelum kegiatan dimulai,â .
Selain aspek keamanan fisik, meÂnyiapkan langkah-langkah peÂngamanan lalu lintas dan pelaÂyaÂnan kepada masyarakat agar aktiÂvitas publik tetap berjalan normal selama kunjungan berlangsung.
Kapolda menegaskan bahwa peÂngamanan kunjungan Wakil Presiden merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab institusi kepolisian untuk menjaga stabiÂlitas keamanan di daerah. âIni momentum penting bagi MaluÂku. Kami ingin memastikan kehaÂdiÂran Wapres membawa kesan posiÂtif dan menunjukkan bahwa Maluku adalah wilayah yang aman, tertib, dan kondusif,â kata Kapolda. (S-20/S-25)