AMBON, Siwalima.id - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mendesak semua elemen yang ada di DPD Partai Golkar Maluku, mengembalikan kejayaan partai beringin itu.
Pasalnya dalam kurun waktu 10 tahun atau dua kali Pemilu Legislatif, Golkar tak menempatkan wakilnya di Senayan.
Desakan itu disampaikan Bahlil, saat membuka Musda XI Golkar Maluku, di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (8/11).
“Ada beberapa hal yang harus dibenahi Golkar Maluku, pertama setelah Musda selesai segera lakukan konsolidasi internal untuk mengembalikan kejayaan Golkar Maluku," harap Bahlil.
Menurut Menteri ESDM ini, permintaan lainnya juga tak muluk-muluk. Harus ada perwakilan di DPR. Selain DPR, harus juga tambah kursi di DPRD Maluku dan Kabupaten Kota lainnya.
"Saya sendiri sampai saat ini tak pernah menggap partai lain sebagai musuh karena sejumlah ketua umum sekarang merupakan bagian atau mantan Golkar. Jadi harus selalu ingat, rumah tua tetaplah Golkar,” Ujar Bahlil.
Dukungan ke Maluku
Selain itu, Bahlil juga berjanji akan bekerja ekstra keras untuk membantu Golkar Maluku mengembalikan kejayaannya.
“Saya pastikan Golkar Maluku tak akan jalan sendiri. Saya akan bantu secara materil maupun moril untuk kembalikan kejayaan Golkar Maluku salah satunya punya kursi di DPR.
Jujur saya merasa tak berguna, saya merasa tak mampu ketika sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Sebagai anak Maluku, melihat Golkar Maluku tak punya tempat di DPR selama 10 tahun. Mari kita kerja keras untuk meningkatkan kursi baik di daerah, provinsi maupun DPR,” pinta Bahlil
Usai Membuka Musda XI Golkar Maluku, kepada wartawan Bahlil mengatakan telah meminta agar Golkar Maluku tetap solid dan bekerja sampai ke akar rumput agar ketika pada hari pemilihan masyarakat tetap ada di barisan Golkar.
“Saya sudah ingatkan agar setelah ini harus konsolidasi dari dusun, desa hingga provinsi. Harus menjaga ini jangan sampai ke depan saat pemilihan, warga tidak bertanya “Dolo di mana, skarang baru datang”. ini penting untuk diingat,” beber Bahlil.
Bahlil juga membantah berpihak kepada Umar Lessy dalam Musda XI. “Itu hanya itu isu dan tidak perlu ditanggapi,” tutupnya. (S-26)