AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 2-4 meter yang diperkirakan bakal terjadi di peraiaran Maluku 13-16 Januari 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Ambon, Priscellia Tati Bernard menjelaskan, berdasarkan kondisi sinoptik, pola angin di Maluku umumnya bergerakdari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 6-25 knot.
“Kecapatan angin tertinggi mencapai 25 knot berpeluang terjadi di wilayah Peraiaran Pulau Buru, Perairan SBB, Perairan Pulau Ambon dan Pulau Leaese, Maluku tengah, SBT, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Tnaimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Sermatang-Letti, Peraiaran Wetar, Laut Banda, dan laut Arafura yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di perairan tersebut,” tulis Bernard seperti yang dikutip dari stamar-ambon.bmkg.go.id, Senin (13/1).
Menurutnya, untuk tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter perpeluang terjadi di Peraiaran SBB, Perairan Utara Maltengm Peraiaran SBT Bagian Selatan dan Utara serta Pulau Gorom, kemudian Peraiaran Pulau Ambon dan Pulau Lease.
“Pada peraiaran dengan tinggi gelombang ini sangat beresiko terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan, apabila kecepatan angion mencapi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, sementara untuk kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter,” jelas Bernard.
Sedangkan untuk tinggi gelombang2.5 -4.0 meter lanjut Bernard, berpeluang terjadi di Peraiaran Utara dan Selatan Pulau Buru, Perairan Selatan Malteng, Peraiaran Kepulauan Banda, Kepulauan Kei, Perairan Selatan dan Utara Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Peraiaran Kepulauan Sermatang- Kepulauan Letti, Peraiaran Wetar, Laut Banda, dan Laut Arafura Bagian Tengah dan Barat.
“Untuk Saran keselamatan pelayaran, bagi perahu nelayan, apabila kecepatan angion mencapi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, sementara untuk kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter dan Kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 meter,” beber Bernard. (S-10)