SIWALIMA.id > Berita
Kemenkeu Sosialisasi Literasi Keuangan Negara
Online | Selasa, 2 Desember 2025 pukul 19:09 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Universitas Pattimura Ambon menggelar sosialisasi tentang Literasi Keuangan Negara dengan tema Peran APBN dalam Mendukung Pendidikan Tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di aula Gedung Rektorat Lantai II Unpatti, Selasa (2/12) dibuka Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy dan menghadirkan narasumber antara lain, Amit Chathur Setiono, Kepala KPKNL, Prata Pabon Kepala KPPBC, Yusmewi Martono, Kasie Pelayanan, Nugroho Ilhan Goro, Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran 1B, Maria Kumari.

Rektor pada kesempatan itu mengaku, pentingnya pendekatan pentahelix dalam pengembangan perguruan tinggi, melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha dan industri, komunitas/LSM dan media.

Unpatti menambah dua komponen pendukung, yaitu peran alumni dan pemahaman terhadap kebijakan nasional, sebagai penguatan strategi pembangunan kampus.

“Kami berupaya mempercepat Unpatti menuju universitas unggul, melalui kolaborasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujar rektor.

Rektor juga memaparkan kondisi keuangan Unpatti sebagai Badan Layanan Umum (BLU), pendapatan universitas masih didominasi oleh UKT mahasiswa. Namun, upaya peningkatan pendapatan non-UKT terus dilakukan melalui pembenahan aset dan pengembangan unit bisnis.

“Harapannya, melalui sosialisasi ini mahasiswa dan seluruh pemangku kepentingan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana APBN menopang pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini membantu menyinergikan program perguruan tinggi dengan kebijakan fiskal nasional, termasuk pemanfaatan dana sarana-prasarana, operasional pendidikan, dan penguatan SDM.

Sementara itu Kepala Balai Diklat Keuangan Makassar, Rohmat Wahyudi mengapresiasi kolaborasi antara Kemenkeu dan Unpatti yang telah memungkinkan terlaksananya kegiatan literasi fiskal ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Unpatti dan perwakilan Kemenkeu Maluku atas dukungan dan kerjasama luar biasa sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini bkata Rohmat, ukan hanya bersifat formal, melainkan menjadi peluang nyata bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperkuat pemahaman terkait APBN serta implikasinya terhadap sektor pendidikan.

Pemahaman APBN, merupakan kebutuhan penting bagi civitas akademika, mengingat mahasiswa dan dosen adalah calon pemimpin dan pembuat kebijakan di masa depan.

“Pemahaman yang kuat mengenai APBN akan membantu civitas akademika melihat lebih jelas dampak kebijakan fiskal terhadap masyarakat dan sektor pembangunan lainnya,” ujar Rohmat.

Menurutnya, mahasiswa dan akademisi yang literat terhadap keuangan negara akan mampu berkontribusi dalam diskusi publik yang kritis dan berbasis data, sehingga kebijakan fiskal dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di daerah, khususnya Maluku.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka dan konstruktif bagi peserta. Untuk itu, ia mengajak mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, menganalisis dan berdiskusi mengenai peran APBN dalam pembangunan pendidikan tinggi.

“Saya berharap kegiatan literasi fiskal ini terus berlanjut dan menjadi bagian penting dari pembelajaran berkelanjutan di Unpatti,” harap Rohmat.(S-25)

BERITA TERKAIT