AMBON, Siwalimanews –Â Perjuangan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Kementerian Kesehatan, agar Universitas Pattimura Ambon membuka program studi pendidikan dokter spesialis membuahkan hasil.
Pasalnya, Unpatti telah mendapatkan izin pembukaan tiga Program studi Pendikan Dokter Spesialis (PDS). Ketiga prodi itu masing-masing Pendidikan Spesialis Bedah, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Obgyn (Obstetri dan Ginekologi).
Izin pembukaan tiga Program Studio Pendidikan Dokter Spesialis di Unpatti ini, merupakan tindak lanjut dari permintaan gubernur kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.
Kepastian pembukaan tiga Prodi ini, disampaikan Rektor Unpatti Fredy Leiwakabessy kepada Gubernur Maluku Hendrik lewerissa di ruang kerja gubernur, Kamis (2/10).
Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang mengungkapkan, gubernur menyambut baik progres pembukaan program studi dokter spesialis di Unpatti sebagai upaya menyiapkan sumber daya kedokteran spesialis di Maluku.
Izin pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan angin segar bagi Maluku ditengah keterbatasan dokter spesialis di daerah ini.
âKebutuhan dokter spesialis di Maluku ini cukup banyak dan kita bersyukur Unpatti sudah mendapatkan izin pembukaan tiga prodi dokter spesialis,â ujar Kasrul kepada Siwalima di Kantor Gubernur usai pertemuan itu.
Kasrul menegaskan, gubernur memiliki komitmen yang kuat untuk memastikan ketersediaan dokter spesialis guna melakukan pada setiap rumah sakit di Maluku.
Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan lima rumah sakit baru kabupaten/kota yang pasti membutuhkan dokter spesialis untuk melayani masyarakat. âPak gubernur berharap, dengan adanya izin pembukaan tiga prodi dokter spesialis kedepan masalah kekurangan dokter spesialis dapat diatasi secara pelan-pelan,â tutur Kasrul.
Gubernur Dorong
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mendorong Fakultas Kedokteran Unpatti untuk membuka program studi dokter spesialis.
Dorong ini dilakukan gubernur, usai mendapatkan dukungan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi Ambon, Kamis (18/7) kemarin.
Gubernur mengungkapkan, dunia kesehatan Maluku saat ini menghadapi persoalan minimnya sumber daya manusia khususnya dokter spesialis.
Sampai dengan tahun ini, jumlah dokter spesialis di Maluku baru mencapai 206 dokter, dimana 109 dokter spesialis memilih berpraktek di Kota Ambon sedangkan 97 tersebar di beberapa kabupaten dan Kota.
âMemang kebutuhan SDM khususnya dokter spesialis itu masih menjadi tantangan kita di Maluku, makanya kami terus berupaya untuk menyiapkan SDM dokter spesialis,â ungkap gubernur kepada wartawan di Ambon, Jumat (18/7).
Menurut gubernur, salah satu upaya yang dapat didorong hanya Fakultas Kedokteran Unpatti untuk membuka program pendidikan dokter spesialis, agar tidak lagi harus bersekolah keluar Ambon.
Apalagi, dalam kunjungan ke Ambon, Menteri Kesehatan telah memberikan dukungan agar Fakultas Kedokteran Unpatti membuka pendidikan dokter spesialis.
âTerkait SDM, Fakultas Kedokteran Unpatti sebenarnya boleh didorong untuk membuka prodi dokter spesialis dan itu sudah dapat dukungan Pak Menkes,â ucap gubernur.
Gubernur berkomitmen, akan terus bekerja keras agar ada pemerataan dokter spesialis didaerah-daerah, sehingga kedepan derajat kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.(S-20)