AMBON, Siwalima.id - Police Corner atau gerai pelayanan kepolisian terpadu miliki Universitas Pattimura Ambon resmi beroperasi.
Pengoperasian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy dan Wakapolda Maluku, Brigjen Imam Thobroni di ruang rapat rektor lantai III Gedung Rektorat Unpatti, Selasa (3/3).
Peresmian Police Corner ini ditujukan sebagai ruang edukasi dan komunikasi untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan sivitas akademika.
Program yang akan dijalankan meliputi penyuluhan hukum, sosialisasi keamanan kampus, pencegahan narkoba dan kekerasan, hingga layanan konsultasi.
Rektor Unpatti, Leiwakabessy, mengatakan hubungan antara Unpatti dan Polda Maluku selama ini telah terjalin secara intens dan konstruktif.
Menurut dia, berbagai pembahasan strategis telah dilakukan guna mendukung tugas kepolisian melalui kontribusi akademik, seperti riset, penyediaan data ilmiah, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Peresmian Police Corner merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat kerja sama, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi antara mahasiswa dan institusi kepolisian,” ujar Fredy.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengamanan internal kampus, termasuk pembinaan dan pelatihan bagi petugas keamanan Unpatti.
“Kehadiran Police Corner di lingkungan kampus diharapkan menjadi pusat informasi dan edukasi mengenai layanan kepolisian, rekrutmen, serta berbagai kebijakan dan program yang relevan bagi mahasiswa,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Polda Maluku, Brigjen. Imam Thobroni, menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia akademik dalam menjawab berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku.
Ia menjelaskan, dinamika sosial di wilayah kepulauan Maluku menghadirkan tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis yang didominasi gugusan pulau dengan jarak berjauhan.
Keterbatasan sarana dan prasarana logistik serta jangkauan personel hingga ke daerah pelosok turut mempengaruhi percepatan pelayanan kepada masyarakat.
“Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menghadirkan rasa aman dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Maluku,” ujarnya.
Ia menekankan berbagai kendala tersebut tidak dapat diselesaikan Polri secara mandiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kerja sama dengan kalangan akademisi melalui pembentukan Police Corner dinilai memiliki peran krusial,” jelasnya.
Inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel Polri melalui program pendidikan dan pelatihan yang terarah, serta penguatan kajian ilmiah berbasis riset.
Acara tersebut turut dihadiri para Wakil Rektor Unpatti, pejabat utama Polda Maluku, Sub Koordinator Kerja Sama, dan Sub Koordinator Humas.(S-25)