SIWALIMA.id > Berita
Pulau Lirang Resmi Nikmati Listrik 24 Jam
Membangun Maluku Barat Daya , Suplemen | Senin, 5 Januari 2026 pukul 14:29 WIT

PEMERINTAH Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama PT PLN (Persero) diakhir tahun 2025 resmi meningkatkan layanan listrik dari 12 jam menjadi 24 jam di Pulau Lirang, Kecamatan Wetar Barat dan Penyalaan Listrik Desa yakni Desa Serili, Batu Gajah, Batu Merah, Kuaimelu dan Dusun Kour Atuna. 

Peningkatan layanan ini diresmikan pada Rabu (31/12) kemarin sebagai bagian dari komitmen pemerataan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.

Peresmian peningkatan jam nyala listrik tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati MBD, Agustinus L. Kilikily, bersama Forkopimda dan sejumlah Anggota DPRD MBD, Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard JS Davidz. Turut hadir Manager PLN ULP Moa, Wahyudi Haspullah beserta jajaran, serta pemerintah desa dan masyarakat melalui zoom meeting. 

Wakil Bupati Kilikily menegaskan kehadiran listrik 12 atau 24 jam bukan sekadar soal penerangan, tetapi me­nyangkut masa depan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejah­teraan masyarakat kepulauan. Pe­ningkatan layanan listrik ini sebagai kado Natal dan Tahun Baru terbesar bagi masyarakat.

”Listrik adalah hak seluruh masya­rakat, termasuk saudara-saudara kita di pulau-pulau. Ini bukan hadiah, tetapi kewajiban negara yang harus kita hadirkan secara adil,” ujar Wabup dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Rabu (31/12) kemarin.

Ia juga menyampaikan, penghar­gaan kepada PLN yang telah ber­sinergi dengan Pemerintah Kabu­paten MBD dalam mempercepat penyediaan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Hadirnya listrik 12 dan 24 jam akan membuka peluang baru bagi masyarakat, mulai dari pengem­bangan UMKM dan industri rumah tangga, pendidikan berbasis tekno­logi, hingga peningkatan layanan kesehatan di pulau-pulau.

Selain Pulau Lirang semoga desa lainnya, juga akan menyusul me­nikmati layanan listrik 12 maupun 24 jam pada waktu mendatang. Dengan tersedianya listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi secara berkesi­nam­bungan.

Sementara itu, Manajer PLN ULP Moa, Wahyudi Haspullah, menje­laskan peningkatan jam nyala listrik ini didedikasikan untuk mendukung mata pencaharian utama warga sebagai petani dan nelayan. Listrik yang menyala 24 jam memungkinkan hasil tangkapan ikan disimpan lebih lama menggunakan cold storage sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

”Dengan listrik menyala 24 jam, hasil tangkapan nelayan bisa di­simpan lebih lama dan dijual dengan harga yang lebih baik, sehingga ekonomi masyarakat ikut mening­kat,” jelasnya.

Sebagai wilayah kepulauan, keha­diran listrik 12 dan 24 jam di Pulau menjadi tidak penting dalam upaya pemerataan pembangunan di Kabu­paten MBD. Pemerintah daerah dan PLN berharap langkah ini mampu menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi lokal serta meningkatkan kesejah­teraan masyarakat.(S-28)

BERITA TERKAIT