AMBON, Siwalima.id - Tiga bakal calon Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam) periode 2026-2030 bersaing memperebutkan 35 persen suara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketiga bakal calon tersebut yakni Marceau Armstrong Fillex Haurissa, Pieter Lourebs Frans dan Noce Novi Tetelepta. Mereka ditetapkan sebagai calon Direktur Polnam karena memiliki suara terbanyak pasca terpilihnya saat Sidang Senat Terbuka dalam rangka penyampaian visi, misi dan program kerja lima bakal calon proses penjaringan bakal calon, yang berlangsung di Ruang Rapat Teknik Sipil Polnam, Senin (9/2).
Adapun para bakal calon yakni Alphin Stephanus memperoleh 2 suara, Pieter Lourens Frans 7 Suara, Marceau Armstrong Fillex Haurissa 15 suara, Alexander Andria Patty 2 suara dan Noce Novi Tetelepta 5 suara.
Rangkaian kegiatan penyaringan diawali dengan pembukaan sidang terbuka oleh pimpinan sidang terkait penyampaian visi misi dan program kerja bakal Calon Direktur pada pukul 09.00 WIT dan dilanjutkan dengan proses pemilihan oleh 31 anggota senat pada pukul 13.00 WIT dan disiarkan secara langsung pada canal youtube Politeknik Negeri Ambon sehingga bisa diakses oleh publik.
Ketua Panitia Pengangkatan Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Agus Lopuhaa dalam release, yang diterima Siwalima. Selasa (10/2) menjelaskan, ketiga calon direktur tersebut akan diusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Menurutnya, di Kementrian masih ada proses penyaringan dalam kaitan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), penilaian visi misi Calon Direktur, virtual trading (VT) dan transaksi lainnya yang berkaitan dengan PPATK, berdasarkan Peraturan Menteri,
“Mereka bertiga ini dipilih oleh 31 anggota Senat. Jadi semua proses hari ini sudah selesai, selanjutnya Kemenetrian akan menentukan kapan dilaksanakan proses pemilihan calon Direktur menjadi Direktur Polnam periode 2026 - 2030,” ungkap Agus.
Dijelaskan, pemilihan calon direktur akan dilakukan oleh Menteri atau kuasanya bersama anggota senat dalam rapat tertutup.
“Komposisi suara 35 persen suara menteri dan 65 persen suara Senat dan metode yang digunakan musyawarah mufakat atau voting atau one man one vote namun jika suara tertinggi seimbang, maka dilakukan pemungutan suara putaran kedua, atau keputusan diambil oleh Menteri,” jelasnya.
Yang pasti, kata Agus, masing-masing calon mempunyai peluang yang sama, sehingga perlu dilakukan pendekatan serta komunikasi intensif disamping pemaparan visi dan misi, penguatan manajemen dan terobosan-terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Politeknik Negeri Ambon.
Agus mengakui, proses penyaringan sejak awal hingga hari ini berjalan sangat kondusif. Lantaran itu dirinya berharap, proses ini akan berjalan dengan baik sampai pada akhirnya dan siapapun yang mendapat mandat menjadi Direktur Polnam dari tiga Calon Direktur ini, itulah yang akan menjadikan Polnam lebih baik lagi kedepannya.
Untuk diketahui, Direktur Politeknik Negeri Ambon saat ini, Dedy Mairuhu telah dua kali mendapat kepercayaan menjabat Direktur, dan akan mengakhiri masa jabatannya pada 7 Juni 2026.
“Jadi kita berharap sebelum tanggal 7 Juni 2026 itu, sudah ada direktur terpilih. Dan biasanya kita diberi waktu satu bulan, “tutup Agus Lopuhaa. (S-08)