AMBON, Siwalima.id - Menggandeng pemerintah daerah, Polda Maluku mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kanit 1 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Maluku/ Katim Tindak Satgas Pangan, AKP Pieter F. Matahelumual, dalam rilisnya, Rabu (3/12) menuturkan guna mengantisipasi lonjakan harga, Satgas Pangan bekerja intensif bersama Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, Perum Bulog, serta pemerintah kabupaten kota.
“Satgas Pangan turun setiap hari untuk memonitor harga, kualitas, dan ketersediaan stok. Fokus kami adalah stabilitas, bukan penindakan,” jelasnya dalam rilis yang diterima Siwalima, Rabu (3/12).
Dikatakan, Satgas juga membuka layanan pengaduan masyarakat terkait dugaan penimbunan atau permainan harga melalui nomor WA.
Dia menyebut, dalam dialog yang berlangsung di RRI Ambon itu, Manajer Bisnis Perum Bulog Kanwil Maluku–Malut, Chandra A.G juga memastikan kondisi stok pangan di Maluku berada dalam kategori aman.
“Stok pangan di gudang Bulog sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga enam bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu panik atau khawatir,” jelasnya.
Bulog terus menggencarkan penyaluran beras SPHP dan mempercepat distribusi guna menjaga stabilitas harga di pasar.
Sementara itu, Akademisi dan yang juga Pengamat pangan, Izaach T. Matitaputty juga menyoroti tantangan fundamental pangan di Maluku.
Ia menyebut kondisi geografis sebagai provinsi kepulauan dan seringnya cuaca ekstrem sangat mempengaruhi kelancaran distribusi.
Sebagian besar kebutuhan pangan Maluku masih bergantung pada pasokan dari Jawa dan Sulawesi.
“Ini momentum untuk membuka lapangan kerja melalui pengembangan pertanian lokal,” harapnya.
Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi kunci mencegah gejolak harga selama periode libur panjang.
Sementara Kadis Ketahanan Pangan Maluku, Faradiba Attamimi, mengaku pihaknya rutin melakukan evaluasi lapangan serta pemantauan kebutuhan pangan strategis di seluruh kabupaten kota.
“Komitmen kami adalah memastikan stok tersedia dengan aman. melalui gerakan pangan murah dan operasi pangan murah. kami meminimalkan risiko kelangkaan di kabupaten kota,” ujarnya. (S-25)